Hakikatnya sebagai seorang manusia pasti merasakan perasaan senang ataupun sedih. Senang saat mendapatkan sesuatu hal yg sesuai dengan harapan begitu juga sebaliknya sedih mendapatkan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Tapi sekarang kita coba bahas perasaan kecewa dari sudut pandang yang berbeda, setiap orang pasti pernah merasakan perasaan kecewa karena kecewa itu manusiawi muncul begitu saja saat terjadi perbenturan antara harapan dengan kenyataan. Seiring kita tumbuh sebagai manusia dewasa semakin besar pengharapan kita terhadap sesuatu hal yang ada di dalam kehidupan yang kita jalani, maka besar kemungkinan juga perasaan kecewa itu tumbuh di dalam diri kita. Pengaruh ego yang tidak stabil memungkinkan kita meluapkan perasaan kecewa terhadap sesuatu yang negatif, bisa saja ingin membalas kekecewaan tersebut dengan rasa yang setimpal sesuai apa yang kita dapatkan. Menurut saya sikap seperti itu tidak baik karena bisa memunculkan sifat dendam. Karena dasar dendam adalah ingin membalas rasa kecewa yang didapatkan dengan perasaan kecewa lagi terhadap objek yg telah membuat kita kecewa bahkan melebihi apa yang di rasakan oleh kita. Switching perasaan kecewa kita menjadi sesuatu yang positif untuk diri kita sendiri, ya semisal menjadikan perasaan kecewa tersebut menjadi sebuah motivasi hidup. Kita pernah jatuh dan harus bangun lagi terus berjuang mendapatkan apa yang menjadi cita – cita kita dan bila kita terus di liputi perasaan kecewayakin kita tidak akan pernah bangun dan kembali bertarung melewati semua tantangan yang ada dalam kehidupan ini. Ya berfikir saja bahwa kita mendapatkan kekecewaan untuk mendapatkan kesenangan juga meski tidak datang begitu saja di saat kita butuhkan tapi percaya suatu saat saatnya pasti akan datang karena lewat perasaan kecewa kita belajar menerima segala sesuatu hal yang tidak sesuai dengan perasaan kita, kita belajar tentang pengalaman dan kita belajar menjadi manusia dewasa. So menurut saya kecewa itu adalah teman yang membuat kita tumbuh dan kuat dalam menerima segala permasalahan yang kita dapatkan. Kita senang karena kecewa, pola pikir kita berubah karena kecewa, kita berhasil karena kecewa dengan kegagalan. Jadi buatlah kecewa itu menjadi motivasi untuk berhasil dengan sifat pantang menyerah. Someday come suddenly, be positive.
Kecewa
Related Posts
Satu Hari Cukup! Membedah Trend Tektok Gunung: Solusi Praktis atau Bikin Lelah?
Pernahkah kamu melihat postingan Instagram atau TikTok seorang teman yang jam 6…
Mengungkap Mitos Audiophile: Fakta atau Ilusi?
Pernah nggak, ngeliat seseorang dengan serius debat kusir soal kenapa kabel AUX…
Su(o)bjective
Sekedar berbagi pemikiran saja, akhir – akhir ini atmosfir di dalam media…