Belakangan ini saya semakin tertarik dengan IEM budget. Bukan karena ingin mengejar suara yang sempurna, tetapi karena penasaran sejauh mana IEM murah sekarang bisa memberikan pengalaman mendengarkan musik yang menyenangkan.
Salah satu yang kemudian menarik perhatian saya adalah 7Hz Elua Ultra.
Dengan konfigurasi dual dynamic driver 10 mm + 8 mm, IEM ini terlihat cukup menarik di atas kertas. Tapi seperti biasa, spesifikasi bukanlah alasan utama saya membeli sebuah IEM.
Yang lebih penting adalah: bagaimana rasanya ketika dipakai setiap hari?

Kesan Pertama: Sederhana, Tapi Nyaman
Begitu pertama kali dipakai, hal yang langsung saya perhatikan adalah bentuk housing-nya yang cukup compact.
Elua Ultra tidak terasa terlalu besar di telinga. Setelah menemukan posisi eartips yang pas, IEM ini terasa cukup nyaman digunakan dalam waktu lama.
Saya sendiri lebih suka IEM yang tidak terlalu berat dan tidak terus-menerus terasa “mengganjal” di telinga. Dalam hal ini, Elua Ultra cukup memenuhi ekspektasi.
Kabel bawaannya memang bukan sesuatu yang membuat saya terkesan. Tetapi untuk penggunaan sehari-hari, menurut saya masih cukup baik dan belum ada alasan mendesak untuk langsung menggantinya.
Setelah Mendengarkan Beberapa Lagu…
Bagian ini yang membuat saya mulai memahami karakter Elua Ultra.
Kesan pertama saya terhadap suaranya adalah fun dan cukup berisi.
Bass langsung terasa, terutama pada bagian sub-bass. Tetapi bukan tipe bass yang sekadar membuat suara menjadi “boomy”.
Ketika saya memutar lagu dengan bass rendah, yang terasa justru adalah efek rumble atau getaran rendahnya.
Dan ternyata karakter seperti ini cukup menyenangkan untuk mendengarkan musik santai.
Kadang saya hanya ingin duduk di depan PC, membuka playlist, kemudian membiarkan musik berjalan tanpa terlalu memikirkan detail teknis.
Untuk kondisi seperti itu, Elua Ultra terasa cocok.
Bass-nya Justru Jadi Daya Tarik Utama
Saya termasuk orang yang cukup menikmati bass selama tidak sampai menutupi vokal.
Di sinilah Elua Ultra menurut saya menarik.
Bass-nya terasa cukup dalam, tetapi vokal masih bisa mengikuti dengan baik.
Saat digunakan untuk EDM atau lagu elektronik, sensasi sub-bass-nya terasa menyenangkan. Begitu juga ketika mendengarkan hip-hop atau lagu dengan bassline yang cukup dominan.
Namun kalau Anda lebih suka karakter bass yang sangat punchy dan tebal di mid-bass, mungkin karakter Elua Ultra akan terasa sedikit berbeda.
IEM ini menurut saya lebih bermain di deep bass daripada bass yang sekadar menghentak.
Vokal Masih Enak Didengarkan
Setelah cukup lama mendengarkan lagu dengan bass, saya mencoba beralih ke lagu yang lebih banyak menampilkan vokal.
Hasilnya cukup mengejutkan.
Bass tidak membuat vokal terasa tertutup.
Vokal perempuan terdengar cukup jelas dan mempunyai presence yang bagus. Sementara vokal laki-laki terasa sedikit lebih ringan dibandingkan IEM yang mempunyai karakter midrange lebih tebal.
Buat saya ini penting, karena IEM dengan bass kuat kadang membuat semuanya terdengar seperti berada di balik selimut.
Elua Ultra tidak sampai seperti itu.
Bagaimana dengan Treble?
Treble Elua Ultra menurut saya cukup hidup.
Detail kecil seperti cymbal, petikan gitar, dan suara ambience lebih mudah terdengar.
Tetapi ada satu hal yang perlu diperhatikan.
Kalau mendengarkan dengan volume terlalu tinggi, treble bisa mulai terasa melelahkan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap frekuensi tinggi.
Karena itu, saya lebih menikmati Elua Ultra pada volume yang tidak terlalu keras.
Justru di volume seperti itu karakter bass dan detailnya terasa lebih seimbang.
Soundstage yang Cukup Mengejutkan
Salah satu bagian yang paling saya sukai adalah soundstage-nya.
Saya tidak berharap terlalu banyak dari IEM di kelas harga seperti ini. Namun setelah digunakan untuk beberapa lagu, ruang suaranya terasa cukup lega.
Instrumen tidak semuanya terasa menumpuk di tengah.
Ketika mendengarkan lagu dengan banyak instrumen, saya masih bisa mengikuti posisi beberapa suara dengan cukup mudah.
Hal ini juga membuat Elua Ultra menarik untuk gaming.
Memang ini bukan IEM gaming khusus, tetapi imaging yang cukup baik membantu ketika ingin mengetahui arah suara.
Setelah Dipakai Sehari-hari
Setelah beberapa kali digunakan, saya mulai melihat Elua Ultra bukan sebagai IEM yang harus dianalisis terus-menerus.
Justru daya tariknya ada pada kemudahannya untuk dinikmati.
Saat bekerja di depan PC, saya bisa menggunakannya untuk musik.
Saat ingin santai, tinggal sambungkan dan putar playlist.
Saat bermain game, soundstage dan imaging-nya juga cukup membantu.
Jadi daripada menjadi IEM yang hanya digunakan untuk sesi listening serius, Elua Ultra menurut saya lebih cocok sebagai IEM harian yang menyenangkan.
Cocok untuk Siapa?
Menurut saya, 7Hz Elua Ultra cocok untuk Anda yang:
- Suka bass yang dalam
- Menyukai karakter suara yang fun
- Sering mendengarkan EDM, pop, rock atau hip-hop
- Ingin IEM untuk musik sekaligus gaming
- Menginginkan soundstage yang cukup luas
- Tidak terlalu mengejar suara yang super-neutral
Sebaliknya, kalau Anda mencari IEM dengan karakter benar-benar flat atau sangat natural, Elua Ultra mungkin bukan pilihan yang paling sesuai.

Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
- Sub-bass dalam dan menyenangkan
- Bass tidak terlalu menutupi vokal
- Soundstage cukup luas
- Imaging cukup baik
- Nyaman digunakan
- Dual dynamic driver
- Karakter suara fun
Kekurangan:
- Kabel bawaan terasa biasa saja
- Mid-bass bukan tipe yang sangat tebal
- Treble bisa terasa terang pada volume tinggi
- Bukan pilihan untuk pencari suara super-neutral
Kesimpulan
Setelah menggunakannya, saya bisa memahami mengapa IEM seperti 7Hz Elua Ultra menarik di kelas budget.
Ia tidak mencoba menjadi IEM yang sempurna.
Sebaliknya, Elua Ultra menawarkan sesuatu yang menurut saya lebih penting untuk penggunaan sehari-hari: suara yang menyenangkan untuk didengarkan.
Bass-nya dalam, vokalnya masih cukup jelas, treble memberikan detail, dan soundstage-nya membuat musik terasa lebih lega.
Bagi saya, Elua Ultra lebih cocok disebut sebagai IEM buat menikmati musik, bukan sekadar alat untuk menguji seberapa detail sebuah rekaman.
Dan mungkin justru itu yang membuat saya betah menggunakannya.
Tidak perlu terlalu banyak berpikir. Pasang IEM, pilih lagu, lalu nikmati musiknya.
Untuk kelas IEM budget, menurut saya itu sudah menjadi nilai yang cukup menarik.