Tutug oncom ya sesuai dengan namanya yaitu oncom yang di tutug “tumbuk” lalu di aduk dengan nasi hangat disajikan dengan gorengan berupa bala – bala ataupun cipe (aci tempe) goreng, bisa juga dengan lauk pauk seperti telor goreng dan ikan asin plus tidak lupa juga sayuran seperti mentimun dan leunca serta sambel goang yang menjadi salah satu penentu makanan ini menjadi adiktif bagi yang memakannya. Begitu sederhana makanan khas orang sunda yang telah menjadi salah satu trademark makanan khas masyarakat Tasikmalaya. Sebenarnya tidak ada literatur sejarah yang menjelaskan asal muasal makanan ini, sedikit informasi dari orang tua kita bahwa nasi tutug oncom ini dahulu sebagai makanan wajib orang sunda. Dari penyajiannya yang tidak terlalu memakan waktu yang banyak hingga cocok untuk disajikan pagi hari sebagai bahan sarapan,”sederhana” mungkin itu yang mewakili makanan ini hingga menjadikan tutug oncom sebagai panganan wajib orang sunda khususnya masyarakat Tasikmalaya. Kenapa menjadi makanan khas masyarakat Tasikmalaya?, pertanyaan tersebut sulit untuk di jawab karena tidak ada informasi yang akurat mengenai hal ikhwal masyarakat di Tasikmalaya sangat menggemari Tutug Oncom. Secara pandangan umum tutug oncom banyak di gemari tidak terlepas dari kebiasaan turun temurun, menjadi sebuah budaya bahwa masyarakat Tasikmalaya menjadikan Tutug Oncom sebagai makanan di pagi hari (sarapan). Dari waktu ke waktu telah terjadi pergeseran persepsi bahwa Tutug Oncom yang hanya bisa dinikmati pada pagi hari kini bisa dinikmati di siang hari maupun malam hari seiring tumbuhnya perekonomian di Tasikmalaya yang menjadikan makanan khas Tasikmalaya ini menjadi sebuah industri yang menjanjikan. Hal tersebut ditandakan dengan banyaknya warung – warung ataupun restoran yang menjual khusus Tutug Oncom tersebut. Semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah Tasikmalaya menuntut masyarakat menjadi kreatif serta lebih jeli melihat potensi daerahnya. Tanpa mengucilkan kelom geulis dan payung geulis sebagai ikon kerajinan khas Tasikmalaya, Tutug Oncom menjadi primadona dalam industri makanan di wilayah Tasikmalaya serta menjadi salah satu daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Tasikmalaya. Terlepas dari semua itu Tutug Oncom adalah sebuah hasil karya nenek moyang yang di turunkan kepada anak cucunya untuk terus di lestarikan dengan segala filosofi kesederhanaannya serta bisa bertahan terus di tengah gempuran produk makanan dari luar negri yang telah banyak malakukan ekspansi ke wilayah priangan timur khususnya Tasikmalaya, maka dari itu generasi muda adalah benteng terakhir dalam kelangsungan pelestarian budaya khususnya dalam pelestarian Tutug Oncom sebagai makanan khas orang sunda.
Tutug Oncom dan Tasikmalaya
Related Posts
Satu Hari Cukup! Membedah Trend Tektok Gunung: Solusi Praktis atau Bikin Lelah?
Pernahkah kamu melihat postingan Instagram atau TikTok seorang teman yang jam 6…
Mengungkap Mitos Audiophile: Fakta atau Ilusi?
Pernah nggak, ngeliat seseorang dengan serius debat kusir soal kenapa kabel AUX…
Su(o)bjective
Sekedar berbagi pemikiran saja, akhir – akhir ini atmosfir di dalam media…